Namun bagi driver kendaraan operasional PT Tristar Transindo, rangkaian pemeriksaan ini punya bobot yang jauh lebih personal, sebab hasilnya berkaitan langsung dengan keselamatan mereka sendiri setiap kali turun ke jalan.
Program Medical Check Up yang digelar Tristar Transindo bersama Rumah Sehat Wahana ini bukan sekadar cek tensi sekilas lalu selesai.
Rangkaian pemeriksaannya cukup komprehensif, mencakup tekanan darah, berat badan, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, fungsi penglihatan, pendengaran, hingga pemeriksaan fisik umum yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing driver.
Kelengkapan pemeriksaan ini bukan tanpa alasan. Driver dengan jam kerja panjang dan ritase tinggi menghadapi risiko kesehatan yang cukup beragam, mulai dari nyeri punggung dan leher akibat posisi duduk yang monoton dalam waktu lama, hingga potensi hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes yang kerap muncul akibat pola makan dan aktivitas fisik yang kurang terjaga di tengah kesibukan pekerjaan.
Elvira Nova Sari, PIC Rumah Sehat Wahana, menjelaskan bahwa sebenarnya tubuh memberikan sinyal peringatan sebelum kondisi kelelahan berkembang menjadi lebih serius.
Mata yang terasa berat, sering menguap, sulit berkonsentrasi, tubuh terasa lemas, sakit kepala, kelopak mata yang sulit terbuka, kendaraan mulai keluar jalur, hingga refleks yang melambat, menurutnya merupakan tanda-tanda yang seharusnya dikenali driver sebagai sinyal untuk segera beristirahat.
Yos Dharmawan, Direktur Utama PT Tristar Transindo, menambahkan bahwa pemeriksaan rutin minimal setahun sekali menjadi kunci untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini.
"Kelelahan atau fatigue merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Kondisi tersebut dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat waktu reaksi, mengurangi kemampuan mengambil keputusan, bahkan menyebabkan microsleep saat mengemudi," jelasnya.
Hasil dari seluruh rangkaian pemeriksaan ini tidak berhenti sebagai catatan medis semata. Data yang terkumpul menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan untuk merancang program kesehatan yang lebih tepat sasaran, sekaligus menjadi dasar edukasi dan rekomendasi tindak lanjut bagi masing-masing driver agar lebih memahami kondisi tubuhnya sendiri.
Selain rangkaian pemeriksaan formal, Tristar Transindo turut mendorong para driver menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam keseharian mereka.
Mengonsumsi makanan bergizi sambil mengurangi asupan tinggi gula, lemak, dan gorengan, berolahraga secara rutin, mencukupi kebutuhan air putih, menjaga waktu tidur yang cukup, mengelola stres dengan baik, hingga berhenti merokok menjadi beberapa kebiasaan yang terus digaungkan lewat edukasi kesehatan dan sosialisasi HSE secara berkelanjutan.
Parsaulian Ringo Ringo, HSE Head PT Tristar Transindo, menegaskan bahwa seluruh rangkaian ini pada dasarnya merupakan bentuk pencegahan dini, bukan sekadar respons setelah masalah muncul.
Ia menyebut bahwa driver merupakan garda terdepan perusahaan, sehingga kesehatan dan keselamatan mereka menjadi perhatian yang tidak bisa dikesampingkan.
Dengan kombinasi pemeriksaan medis yang menyeluruh dan edukasi pola hidup sehat yang berkelanjutan, Tristar Transindo berupaya membangun pemahaman bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab profesional setiap driver terhadap dirinya sendiri, keluarganya, dan pengguna jalan lain yang berbagi ruang yang sama setiap harinya.