Tidak semua perubahan kondisi baterai otomatis berarti kerusakan yang dapat diajukan sebagai klaim garansi.
Leapmotor menghadirkan Lifetime Battery Warranty untuk dua modelnya di Indonesia, Leapmotor B10 dan C10.
Program tersebut memberikan perlindungan terhadap baterai tegangan tinggi selama masa kepemilikan kendaraan bagi pemilik pertama, dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, Leapmotor juga menjelaskan sejumlah kondisi yang tidak termasuk dalam cakupan program. Salah satu yang paling penting adalah penurunan kapasitas baterai yang terjadi secara alami seiring usia dan penggunaan normal kendaraan.
Baterai kendaraan listrik mengalami proses penurunan kapasitas secara bertahap selama digunakan. Kondisi ini dikenal sebagai degradasi baterai.
Seiring waktu, kemampuan baterai untuk menyimpan energi dapat berkurang dibanding kondisi saat kendaraan masih baru.
Penurunan tersebut tidak otomatis berarti baterai mengalami kerusakan. Karena itu, Leapmotor menyatakan perubahan kapasitas yang terjadi secara alami dalam penggunaan normal tidak termasuk dalam cakupan Lifetime Battery Warranty.
Di titik ini, calon pembeli perlu mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik sebelum membeli. Mereka perlu mengetahui batas atau parameter teknis yang digunakan Leapmotor untuk membedakan degradasi normal dengan gangguan baterai yang dapat diklaim.
Informasi seperti nilai State of Health atau SOH, metode pemeriksaan, prosedur diagnosis, serta standar penggantian baterai menjadi hal yang layak ditanyakan.
Konsumen sebaiknya meminta penjelasan tertulis agar memiliki acuan apabila muncul keluhan di kemudian hari.
Selain degradasi normal, Lifetime Battery Warranty tidak berlaku untuk kerusakan yang berasal dari kecelakaan, kebakaran, dan korosi.
Kerusakan akibat faktor eksternal memang umumnya berada di luar cakupan garansi produk karena penyebabnya tidak berkaitan langsung dengan cacat material atau proses manufaktur.
Pengecualian juga berlaku jika kendaraan digunakan untuk kompetisi atau balap. Penggunaan kendaraan untuk aktivitas yang melampaui kondisi operasional normal dapat memberi beban berbeda pada sistem penggerak dan baterai, sehingga berada di luar syarat penggunaan yang ditetapkan pabrikan.
Kendaraan yang dioperasikan sebagai armada rental juga tidak termasuk dalam program. Ketentuan ini penting bagi konsumen yang memiliki rencana menjadikan Leapmotor B10 atau C10 sebagai kendaraan usaha sewa.
Garansi seumur hidup ditujukan untuk pemilik pertama dengan penggunaan sesuai ketentuan pribadi yang ditetapkan Leapmotor.
Program juga dapat tidak berlaku apabila kendaraan digunakan atau dirawat tidak sesuai standar pabrikan. Karena itu, pemilik wajib menjalani perawatan berkala di jaringan bengkel resmi Leapmotor dan menggunakan suku cadang asli.
Brand Head Leapmotor Indonesia Samual Christian Wowor mengatakan baterai merupakan salah satu pertimbangan utama bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan listrik.
“Bagi banyak konsumen, baterai merupakan salah satu pertimbangan utama dalam memiliki kendaraan listrik. Melalui Lifetime Battery Warranty untuk B10 dan C10, kami ingin memberikan rasa tenang sejak awal kepemilikan,” ujar Samual.
Namun, rasa tenang itu tidak datang hanya dari nama program. Konsumen perlu memahami bahwa setiap pengajuan klaim akan melalui pemeriksaan teknis di jaringan bengkel resmi Leapmotor.
Pemeriksaan dilakukan berdasarkan prosedur diagnosis pabrikan untuk memastikan penyebab gangguan. Langkah tersebut diperlukan karena keluhan yang berkaitan dengan baterai tidak selalu berasal dari sel baterai itu sendiri.
Gangguan dapat berkaitan dengan sistem pengisian, konektor, controller, perangkat lunak, sistem pendinginan, atau komponen pendukung lain.
Diagnosis teknis diperlukan agar perbaikan dilakukan sesuai penyebab masalah, bukan sekadar berdasarkan dugaan awal.
Dalam proses klaim, pemilik sebaiknya menyiapkan dokumen kendaraan, riwayat servis, serta catatan mengenai keluhan yang dialami.
Misalnya, kapan masalah muncul, kondisi baterai saat itu, jenis pengisian yang digunakan, dan apakah terdapat notifikasi peringatan pada panel instrumen.
Dokumentasi yang rapi dapat membantu proses pemeriksaan berjalan lebih jelas. Pemilik juga berhak meminta penjelasan mengenai hasil diagnosis, status kelayakan klaim, serta tindakan yang akan dilakukan oleh bengkel resmi.
Lifetime Battery Warranty Leapmotor berlaku bagi pemilik pertama B10 dan C10 dengan batas penggunaan maksimal 30.000 kilometer per tahun. Ketentuan tersebut kembali menegaskan bahwa “seumur hidup” dalam program ini tidak berarti tanpa batas penggunaan dan tanpa pengecualian.
Bagi calon konsumen, langkah paling bijak adalah membaca dokumen garansi sebelum transaksi, bukan setelah muncul masalah. Tanyakan apa yang ditanggung, apa yang dikecualikan, bagaimana batas pemakaian dihitung, dan apa kewajiban pemilik untuk menjaga status garansi.
Dengan pemahaman yang lengkap, garansi baterai seumur hidup dapat menjadi perlindungan bernilai. Tetapi tanpa membaca ketentuannya secara detail, istilah “lifetime” justru berpotensi menciptakan harapan yang tidak sesuai dengan cakupan program sebenarnya.