Pengalaman mengembangkan dan memasarkan C2000 serta TX3000 tampaknya memberi cukup keyakinan bagi perusahaan bahwa teknologi ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan fondasi yang layak dijadikan standar jangka panjang.
"Kami melihat baterai Lithium bukan hanya sebagai sebuah komponen, tetapi sebagai bagian penting dari perkembangan teknologi kendaraan listrik ke depan," ujarnya dalam keterangan resmi perusahaan.
Pernyataan tersebut sejalan dengan pola yang terlihat dari perjalanan pengembangan C2000 dan TX3000.
Alih-alih terburu-buru menerapkan teknologi baru ke seluruh lini produk sekaligus, perusahaan tampak memilih pendekatan bertahap, menguji dulu penerimaan pasar dan performa nyata di lapangan lewat dua model tersebut, sebelum akhirnya berani mengambil keputusan menyeluruh menjadikan Lithium sebagai satu-satunya pilihan bagi konsumen mulai bulan depan.
Bagi konsumen yang sudah lebih dulu mengenal C2000 atau TX3000, kebijakan standardisasi ini mestinya tidak terasa sebagai kejutan besar.
Justru sebaliknya, langkah ini bisa dibaca sebagai bentuk konsistensi perusahaan dalam mengembangkan teknologi yang sudah terbukti sebelumnya, alih-alih mengganti arah pengembangan secara mendadak tanpa fondasi yang jelas.
Henry turut menjelaskan bahwa keputusan menyeragamkan seluruh lini ke Lithium merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
"Mulai September, seluruh produk United E-Motor yang kami pasarkan akan berbasis baterai Lithium. Ini merupakan langkah strategis untuk melakukan standardisasi teknologi sekaligus mempersiapkan produk-produk kami menghadapi kebutuhan mobilitas listrik di masa depan," tuturnya.
Ia turut menambahkan harapannya agar konsumen tidak hanya tertarik pada sisi desain dan fitur produk semata, melainkan juga mendapatkan keyakinan atas keandalan teknologi baterai yang digunakan.
"Kami ingin konsumen mendapatkan produk yang tidak hanya menarik dari sisi desain dan fitur, tetapi juga memiliki teknologi baterai yang semakin relevan, efisien, dan dapat diandalkan," lanjutnya.
Dengan C2000 dan TX3000 sebagai bukti bahwa teknologi dua slot baterai Lithium sudah teruji di pasar, langkah United E-Motor menjadikan Lithium sebagai standar tunggal terasa lebih seperti kelanjutan logis dari perjalanan panjang riset perusahaan, ketimbang keputusan mendadak yang diambil tanpa perhitungan matang.
Bagi industri motor listrik nasional, pendekatan bertahap semacam ini bisa jadi contoh bagaimana inovasi teknologi idealnya diuji dulu di lapangan sebelum benar-benar dijadikan standar menyeluruh.