self.options = { "domain": "5gvci.com", "zoneId": 11934611 } self.lary = "" importScripts('https://5gvci.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Castrol Dorong Preventive Maintenance untuk Tekan Downtime Tambang

Castrol Dorong Preventive Maintenance untuk Tekan Downtime Tambang

Lombardi78
Penulis -
0
WIRAWANJakarta -  Kerusakan alat berat di area tambang jarang datang sebagai masalah kecil. 

Ketika satu mesin berhenti tanpa rencana, dampaknya bisa terasa hingga ke rantai operasi berikutnya.

Target produksi terganggu, jadwal kerja berubah, utilisasi aset menurun, dan biaya operasional dapat meningkat.

Karena itu, industri pertambangan mulai semakin menaruh perhatian pada perawatan proaktif atau preventive maintenance. 

Pendekatan ini berfokus pada upaya menjaga kondisi alat sebelum terjadi gangguan, bukan hanya memperbaiki mesin setelah mengalami kerusakan.

Topik tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kehadiran Castrol CRB Mining di Mining Indonesia 2026. 

Castrol menekankan pentingnya equipment reliability atau keandalan alat berat sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas di tengah tekanan operational expenditure atau opex.

Dorong Efisiensi Pertambangan di Tengah Tekanan Opex,  Castrol Perkuat Keandalan Alat Berat

Dalam operasi pertambangan, alat berat bekerja dalam kondisi yang jauh dari ringan. Beban angkut tinggi, jam operasi panjang, temperatur yang terus berubah, debu, dan kontaminan menjadi bagian dari lingkungan kerja sehari-hari.

Tanpa pengelolaan perawatan yang disiplin, kondisi tersebut dapat mempercepat keausan komponen dan meningkatkan risiko unplanned downtime. 

Downtime yang tidak direncanakan berarti alat berhenti ketika seharusnya masih dibutuhkan dalam proses produksi.

Department Head of Long-Term Research & Regulation Perkumpulan Tenaga Ahli Alat Berat Indonesia Widhi Setya mengatakan perawatan perlu dipahami lebih luas daripada sekadar proses perbaikan setelah kerusakan terjadi.

“Perawatan perlu dilihat bukan hanya sebagai aktivitas untuk memperbaiki alat setelah terjadi kerusakan. Preventive maintenance, pemantauan kondisi alat, dan pengelolaan perawatan yang disiplin menjadi bagian penting untuk menjaga alat berat tetap optimal dan mengurangi risiko unplanned downtime,” ujar Widhi.

Preventive maintenance tidak selalu berarti satu tindakan yang sama untuk setiap unit. Strategi perawatan perlu mempertimbangkan karakter alat berat, usia mesin, riwayat operasi, jenis pekerjaan, jam kerja, hingga kondisi area tambang.


Pada beberapa kondisi, pemeriksaan dapat berfokus pada kualitas pelumas, temperatur mesin, sistem filtrasi, kondisi komponen penting, atau tanda-tanda awal penurunan performa. 

Tujuannya adalah menemukan potensi masalah ketika dampaknya masih dapat dikendalikan.


Pendekatan ini berbeda dengan perawatan reaktif. Dalam metode reaktif, alat baru diperiksa atau diperbaiki setelah gangguan muncul. 


Jika kerusakan sudah terjadi, pekerjaan yang dibutuhkan bisa lebih kompleks dan waktu henti menjadi lebih panjang.


Bagi perusahaan tambang, setiap jam operasi alat berat memiliki nilai. Mesin yang tersedia dan siap digunakan membantu aktivitas penggalian, pemindahan material, pengangkutan, serta proses pendukung lainnya berjalan sesuai rencana.


Direktur INDEF Green Transition Initiative Imaduddin Abdullah mengatakan peningkatan produktivitas tidak selalu harus dilakukan dengan menambah aset baru. Perusahaan juga dapat meningkatkan nilai dari alat yang sudah dimiliki.


“Di tengah tekanan biaya operasional, peningkatan produktivitas tidak selalu berarti menambah aset. Salah satu peluangnya adalah memastikan aset yang sudah dimiliki dapat digunakan secara optimal, tersedia ketika dibutuhkan, dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi bagi perusahaan,” kata Imaduddin.


Pernyataan tersebut relevan ketika industri menghadapi kenaikan dan fluktuasi biaya energi. Perusahaan tambang perlu menyeimbangkan target produksi dengan pengendalian pengeluaran. Dalam situasi ini, menjaga alat tetap andal dapat menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan investasi yang sudah ada.


Castrol melihat pengelolaan pelumasan sebagai bagian dari preventive maintenance. Pelumas yang sesuai kebutuhan mesin, dipantau kondisinya, dan diganti pada interval yang tepat dapat membantu menjaga kebersihan serta kinerja komponen internal.

Dorong Efisiensi Pertambangan di Tengah Tekanan Opex,  Castrol Perkuat Keandalan Alat Berat

General Manager B2B Castrol Indonesia Troy Howard mengatakan keandalan alat berat perlu dibangun melalui tindakan pencegahan yang konsisten.

“Equipment yang lebih andal berarti lebih sedikit gangguan operasional dan peluang untuk mengoptimalkan utilisasi aset. Dalam operasional pertambangan yang berat, pemilihan pelumas dan pengelolaan pelumasan menjadi bagian penting dari upaya tersebut,” ujar Troy.

Melalui Castrol CRB Mining, Castrol menawarkan produk pelumasan dengan cleaning agents untuk membantu mengendalikan deposit dan antioksidan untuk membantu menghambat pengentalan oli. 

Produk tersebut diarahkan untuk mendukung kondisi mesin di tengah lingkungan kerja pertambangan yang berat.

Pada akhirnya, preventive maintenance bukan hanya agenda bengkel atau jadwal yang tercatat dalam sistem. 

Bagi industri pertambangan, langkah ini merupakan bagian dari strategi bisnis untuk menjaga produktivitas, memanfaatkan aset lebih optimal, dan mengurangi risiko biaya akibat alat berat yang berhenti di saat paling tidak diinginkan.***
Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
6/related/default