Pendekatan tersebut terlihat dalam Cari_Aman Academy Bootcamp regional yang digelar PT Wahana Makmur Sejati (WMS).
Kegiatan yang berlangsung di Safety Riding Center Wahana Makmur Sejati (SRC WMS) ini melibatkan guru dan siswa dari tiga sekolah, yaitu SMKN 5 Kabupaten Tangerang, SMKN 8 Kabupaten Tangerang, dan SMKN 3 Tangerang Selatan.
Ketiga sekolah sebelumnya telah melalui proses penjaringan dan seleksi. Sebanyak 10 perwakilan, yang terdiri dari satu guru dan sembilan siswa, kemudian mengikuti rangkaian kegiatan untuk menguji kemampuan keselamatan berkendara secara menyeluruh.
Materi awal yang diberikan adalah prinsip 5P berkendara. Pembekalan tersebut mengajak peserta memahami berbagai persiapan yang harus diperhatikan sebelum berkendara.
Dari sini, peserta dibangun untuk memiliki pola pikir bahwa keselamatan bukan sekadar materi pelatihan, melainkan bagian dari setiap perjalanan.
Setelah teori, peserta masuk ke sesi praktik. Kemampuan pengereman, keseimbangan, dan slalom diuji untuk melihat kemampuan mengendalikan sepeda motor secara tepat dan terukur.
WMS kemudian membawa peserta pada pengalaman yang berbeda melalui Honda Riding Trainer atau HRT.
Dengan perangkat simulasi tersebut, peserta dapat menghadapi berbagai skenario berkendara secara virtual sekaligus belajar menentukan respons yang sesuai untuk menjaga keselamatan.
Namun, ada satu aspek yang membuat program ini tidak sekadar menjadi pelatihan teknik berkendara. Peserta juga mendapatkan pembekalan public speaking, komunikasi, dan edukasi kampanye keselamatan berkendara.
Dengan demikian, peserta tidak hanya dituntut mampu menerapkan #Cari_Aman untuk dirinya sendiri. Mereka juga dipersiapkan untuk menjadi penyampai pesan keselamatan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, mengatakan kombinasi pengetahuan, keterampilan, dan komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan.
“Keselamatan berkendara tidak cukup hanya teori, tetapi mempraktikkan teknik berkendara sekaligus belajar bagaimana menyampaikan pesan keselamatan kepada orang lain. Karena itu, dalam kegiatan ini, aspek pengetahuan, keterampilan, dan komunikasi kami hadirkan secara beriringan,” jelas Agus.
Hasil kompetisi regional kemudian melahirkan perwakilan terbaik. SMKN 5 Kabupaten Tangerang berhasil mencatatkan prestasi paling menonjol. Muhammad Erlangga menjadi juara kategori guru, sedangkan Hero Sanjaya dan Ahmad Bahrul Ulum menjadi peserta terbaik pada kategori siswa.
Capaian tersebut membuat mereka berhak mewakili Jakarta-Tangerang di tingkat nasional. Kompetisi Cari_Aman Academy Bootcamp nasional yang diselenggarakan AHM berlangsung pada 6–8 Oktober 2026 di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah.
Pada tingkat nasional, peserta kembali menghadapi pengujian pengetahuan, keterampilan berkendara, komunikasi, serta kemampuan memberikan edukasi keselamatan.
WMS berharap pengalaman yang diperoleh tidak berhenti setelah kompetisi. Peserta diharapkan membawa materi dan keterampilan tersebut ke lingkungan masing-masing sehingga efek edukasinya dapat semakin luas.
“Kami berharap pengalaman selama kegiatan ini tidak berhenti ketika kompetisi selesai. Peserta dapat membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk diterapkan dalam keseharian sekaligus mengajak lingkungan di sekitarnya untuk terus #Cari_Aman,” tambah Agus.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Sinergi Bagi Negeri (SBN) WMS dalam mendorong edukasi keselamatan berkendara secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi guru, siswa, praktik berkendara, dan kemampuan komunikasi, semangat #Cari_Aman diharapkan semakin kuat dan menjadi kebiasaan di setiap perjalanan.***
.jpg)
.jpg)
.jpg)