Cara masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk ketika menggunakan kendaraan, juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih baik.
Hal tersebut coba diangkat PT Astra Honda Motor (AHM) melalui rangkaian kegiatan Green Act Fest (GAF) 2026 yang berlangsung di Warkopolim, Bogor, Sabtu (31/10).
Melalui kampanye Sinergi Bagi Negeri, AHM ingin mengajak generasi muda memahami bahwa produktivitas dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan.
Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah menghubungkan edukasi lingkungan dengan mobilitas sepeda motor melalui kegiatan Berpacu dalam Sinergi.
Dalam kegiatan tersebut, AHM berkolaborasi dengan PT Daya Adicipta Motora selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jawa Barat.
Rekan-rekan media dan komunitas ESG AHM mendapatkan kesempatan merasakan pengalaman berkendara menggunakan New Honda Vario Evo 160.
Tidak hanya sekadar mencoba kendaraan, peserta juga diajak memahami pentingnya kesiapan sepeda motor sebelum digunakan di jalan raya. Salah satu aktivitas yang diberikan adalah praktik teknik pengereman untuk meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan berkendara.
Aspek ini menjadi penting karena mobilitas yang bertanggung jawab tidak hanya berkaitan dengan teknologi kendaraan, tetapi juga perilaku pengendara.
Pemeriksaan kondisi kendaraan, perawatan secara berkala sesuai ketentuan pabrikan, serta kemampuan mengendalikan sepeda motor merupakan bagian dari kebiasaan berkendara yang perlu diterapkan.
Dengan demikian, konsep mobilitas berkelanjutan tidak seharusnya hanya dipahami dari jenis kendaraan yang digunakan. Keselamatan, efisiensi penggunaan, dan tanggung jawab pengendara juga memiliki peran penting.
Mobilitas dan Kepedulian Lingkungan Berjalan Beriringan
Setelah kegiatan Berpacu dalam Sinergi, rangkaian acara berlanjut ke Green Act Fest 2026.
Mengusung tema “Stand Up for The Earth”, kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang mendorong generasi muda mengambil peran dalam pelestarian lingkungan.
Bersama Trash Ranger Indonesia, AHM menghadirkan E-Waste Rescue Station sebagai fasilitas pengumpulan sampah elektronik.
Melalui tahapan Drop, Sort, & Impact, peserta diajak mengenali berbagai jenis limbah elektronik sekaligus memahami pentingnya pengelolaan yang tepat.
AHM juga mengadakan kegiatan donasi pakaian layak pakai untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain membantu sesama, inisiatif ini menjadi cara memperpanjang masa penggunaan barang dan mengurangi potensi limbah tekstil.
Untuk membuat pesan lingkungan lebih dekat dengan anak muda, Green Act Fest 2026 turut menghadirkan kolaborasi bersama komunitas Stand Up Indo.
Sebanyak 10 komika tampil membawakan materi komedi yang menyisipkan pesan kepedulian terhadap lingkungan. Acara kemudian ditutup dengan penampilan spesial Duto Triadjie.
General Manager Corporate Communication AHM, Rina Listiani, mengatakan bahwa sepeda motor mempunyai peran penting dalam menunjang mobilitas dan produktivitas masyarakat.
“Sepeda motor berperan penting dalam mendukung mobilitas dan produktivitas masyarakat setiap hari. Mobilitas yang lebih ramah lingkungan dapat diwujudkan melalui teknologi, pemilihan kendaraan yang sesuai kebutuhan, serta perawatan dan perilaku berkendara yang bertanggung jawab. AHM berkomitmen terus menghadirkan solusi mobilitas yang mendukung masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari,” ujar Rina.
Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan AHM dalam memandang keberlanjutan, yakni tidak hanya melalui aktivitas sosial dan edukasi lingkungan, tetapi juga melalui solusi mobilitas yang mendukung kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Rina juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak sekarang.
“Melalui komitmen Sinergi Bagi Negeri, kami ingin mengajak generasi muda memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari pilihan sederhana dalam keseharian. Hal kecil dapat dimulai seperti memilah dan mengelola sampah dengan baik, termasuk sampah elektronik, serta memperpanjang masa guna barang yang masih layak pakai. Kami berharap Green Act Fest dapat menginspirasi generasi muda untuk memulai perubahan dari diri sendiri dan mengajak lebih banyak orang melakukan hal serupa,” tambahnya.
Mendorong Perubahan dari Kebiasaan Sehari-hari
Rangkaian Green Act Fest 2026 merupakan bagian dari kampanye Sinergi Bagi Negeri yang dijalankan AHM sepanjang 2026.
Upaya ini juga dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama penanganan perubahan iklim serta perlindungan dan pemulihan ekosistem daratan.
Bagi industri otomotif, pembahasan mengenai keberlanjutan memang tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi kendaraan dan cara masyarakat menggunakan sarana transportasi.
Namun, perubahan juga membutuhkan keterlibatan pengguna. Kendaraan yang digunakan sesuai kebutuhan, dirawat dengan baik, serta dikendarai secara aman dan bertanggung jawab dapat menjadi bagian dari kebiasaan mobilitas yang lebih baik.
Hal serupa berlaku pada pengelolaan barang yang sudah tidak digunakan. Sampah elektronik dan pakaian bekas membutuhkan perhatian agar tidak langsung berakhir sebagai limbah yang mencemari lingkungan.
Melalui kombinasi edukasi keselamatan berkendara dan aksi lingkungan, AHM berharap generasi muda semakin memahami bahwa kepedulian terhadap bumi bukan hanya tanggung jawab perusahaan atau komunitas tertentu.
Perubahan justru bisa dimulai dari pilihan masing-masing individu, termasuk bagaimana mereka berkendara, mengelola sampah, dan memanfaatkan barang yang dimiliki.
Sebab, masa depan lingkungan yang lebih baik membutuhkan kontribusi banyak pihak, termasuk generasi muda yang setiap hari menjadi bagian dari aktivitas mobilitas masyarakat.***


