self.options = { "domain": "5gvci.com", "zoneId": 11934611 } self.lary = "" importScripts('https://5gvci.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Bukan Sekadar Mobil Hybrid, Kenali Perbedaan HEV, PHEV, dan BEV Sebelum Membeli Mobil Elektrifikasi

Bukan Sekadar Mobil Hybrid, Kenali Perbedaan HEV, PHEV, dan BEV Sebelum Membeli Mobil Elektrifikasi

Lombardi78
Penulis -
0
WIRAWANJakarta -  Perkembangan kendaraan elektrifikasi membuat pilihan mobil di Indonesia semakin beragam. Jika sebelumnya konsumen hanya mengenal kendaraan bermesin bensin atau diesel, kini tersedia berbagai teknologi yang menggabungkan mesin konvensional dengan motor listrik, hingga mobil yang sepenuhnya mengandalkan tenaga baterai.

Namun, semakin banyaknya pilihan tersebut juga memunculkan pertanyaan. Apa sebenarnya perbedaan mobil hybrid, plug-in hybrid, dan mobil listrik murni? 

Apakah semua kendaraan elektrifikasi bisa disebut mobil listrik? Lalu, di mana posisi teknologi PHEV yang digunakan DFSK E5 Plus?

Memahami perbedaan teknologi tersebut menjadi penting sebelum menentukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan. Sebab, meskipun sama-sama memanfaatkan tenaga listrik, cara kerja, kebutuhan pengisian energi, hingga karakter penggunaan setiap teknologi tidak sepenuhnya sama.

HEV, hybrid yang tidak perlu dicolok ke listrik

HEV merupakan singkatan dari Hybrid Electric Vehicle. Teknologi ini menggabungkan mesin pembakaran internal, umumnya berbahan bakar bensin, dengan motor listrik dan baterai.

Pada mobil HEV, mesin bensin dan motor listrik dapat bekerja secara bergantian maupun bersama-sama, tergantung kondisi berkendara. Motor listrik membantu kendaraan saat membutuhkan tenaga tambahan, sementara sistem penggerak dapat memanfaatkan tenaga listrik dalam kondisi tertentu.

Lantas, apakah baterai mobil hybrid harus diisi menggunakan charger seperti mobil listrik?

Tidak. Salah satu ciri utama HEV adalah baterainya tidak membutuhkan pengisian dari sumber listrik eksternal. Energi listrik diperoleh melalui proses pengereman regeneratif atau regenerative braking, serta dukungan mesin selama kendaraan beroperasi.

Ketika pengemudi mengurangi kecepatan atau menginjak rem, sistem dapat mengubah sebagian energi gerak menjadi energi listrik untuk mengisi baterai. Inilah yang membuat pemilik mobil HEV tidak perlu mencari stasiun pengisian kendaraan listrik.

Meski demikian, kemampuan berkendara menggunakan motor listrik saja pada HEV umumnya lebih terbatas dibandingkan PHEV. Teknologi ini lebih diarahkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar melalui kombinasi mesin bensin dan motor listrik.

PHEV, hybrid yang bisa mengisi baterai dari luar

Berbeda dengan HEV, PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle memiliki baterai berkapasitas lebih besar dan dapat diisi melalui sumber listrik eksternal.

Driving The Future: Exploring DFSK E5 Plus Mobility Solutions

Teknologi ini tetap menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Namun, kapasitas baterainya memungkinkan kendaraan menempuh jarak lebih jauh menggunakan tenaga listrik saja.

Ketika daya baterai masih tersedia, kendaraan dapat beroperasi dalam mode listrik. Sementara ketika daya berkurang atau perjalanan membutuhkan energi tambahan, mesin bensin dapat mengambil peran sesuai strategi kerja sistem hybrid kendaraan.

Dengan kata lain, PHEV menawarkan dua pilihan sumber energi, yakni listrik yang disimpan dalam baterai dan bahan bakar yang digunakan mesin konvensional.

Pengemudi bisa memanfaatkan pengisian listrik untuk kebutuhan perjalanan harian, kemudian tetap memiliki dukungan mesin bensin ketika harus menempuh perjalanan lebih jauh.

Namun, agar manfaat efisiensi PHEV lebih optimal, kebiasaan mengisi baterai tetap diperlukan. Jika baterai jarang diisi dan kendaraan lebih sering mengandalkan mesin bensin, keuntungan penggunaan mode listrik tentu tidak akan maksimal.

BEV, mobil listrik tanpa mesin bensin

Berikutnya adalah BEV atau Battery Electric Vehicle. Teknologi ini merupakan mobil listrik murni yang seluruh sistem penggeraknya mengandalkan motor listrik dan energi dari baterai.

Tidak terdapat mesin pembakaran internal berbahan bakar bensin maupun diesel. Karena itu, BEV harus mendapatkan energi melalui pengisian baterai dari sumber listrik eksternal.

Karakter tersebut membuat BEV memiliki kebutuhan penggunaan yang berbeda dibandingkan HEV dan PHEV. Pemilik perlu memperhatikan kapasitas baterai, jarak tempuh, ketersediaan fasilitas pengisian, serta waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya.

Di sisi lain, BEV tidak menghasilkan emisi gas buang dari knalpot ketika digunakan karena memang tidak memiliki mesin pembakaran internal.

Lalu, apa arti EV?

Istilah EV merupakan singkatan dari Electric Vehicle. Dalam percakapan sehari-hari, EV sering digunakan untuk menyebut mobil listrik. Namun, dalam konteks industri, istilah ini dapat memiliki cakupan lebih luas.

BEV jelas merupakan EV karena menggunakan baterai untuk menggerakkan motor listrik. PHEV juga masuk kelompok kendaraan plug-in electric karena baterainya dapat diisi dari sumber listrik eksternal dan kendaraan bisa berjalan dalam mode listrik.

Sementara HEV juga kerap disebut kendaraan elektrifikasi atau hybrid-electric vehicle karena menggunakan motor listrik sebagai bagian dari sistem penggerak, meskipun baterainya tidak dapat diisi melalui colokan eksternal.

Karena itu, menyebut sebuah kendaraan sebagai EV belum otomatis berarti kendaraan tersebut sepenuhnya menggunakan baterai. Konsumen perlu melihat jenis teknologi yang digunakan agar tidak salah memahami karakter kendaraan.

DFSK E5 Plus mengandalkan teknologi PHEV

Setelah memahami perbedaannya, teknologi yang digunakan DFSK E5 Plus berada di kategori PHEV.

Driving The Future: Exploring DFSK E5 Plus Mobility Solutions

SUV enam penumpang ini memadukan mesin bensin 1.5L empat silinder dengan motor listrik dan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 25 kWh berdasarkan spesifikasi resmi DFSK.

DFSK mengklaim E5 Plus mampu menempuh jarak hingga 140 km dalam mode listrik murni berdasarkan standar NEDC. Sementara jarak tempuh gabungan antara energi listrik dan bahan bakar diklaim mencapai 1.400 km NEDC.

Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik teknologi PHEV. Untuk kebutuhan harian, pengemudi dapat memanfaatkan tenaga listrik selama kondisi baterai mendukung. Ketika harus melakukan perjalanan lebih jauh, mesin bensin memberikan fleksibilitas tambahan.

DFSK E5 Plus juga menyediakan pilihan mode kendaraan, yaitu Pure Electric, Prefer Electric, Smart, dan Prefer Fuel. Masing-masing mode memiliki pendekatan pengelolaan energi yang berbeda sesuai kebutuhan berkendara.

Untuk pengisian baterai, kendaraan ini mendukung AC charging dengan waktu sekitar 3–4 jam untuk pengisian 20–90 persen. DFSK juga mencantumkan kemampuan DC charging sekitar 20–28 menit untuk pengisian 30–80 persen.

Waktu tersebut tetap bergantung pada kondisi baterai, suhu, serta spesifikasi perangkat pengisian yang digunakan.

Tidak ada teknologi yang cocok untuk semua orang

Pada akhirnya, pilihan antara HEV, PHEV, dan BEV kembali pada pola penggunaan kendaraan.

HEV bisa menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin merasakan efisiensi teknologi hybrid tanpa perlu mengisi baterai menggunakan charger eksternal. BEV lebih sesuai bagi pengguna yang siap mengandalkan pengisian listrik sebagai sumber energi utama.

Sementara PHEV menawarkan pendekatan berbeda. Teknologi ini memberikan kesempatan untuk berkendara menggunakan tenaga listrik, tetapi tetap menyediakan mesin bensin sebagai pendukung perjalanan jarak jauh.

DFSK E5 Plus menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi PHEV mulai diperkenalkan untuk konsumen Indonesia. 

Driving The Future: Exploring DFSK E5 Plus Mobility Solutions

Bukan sekadar menawarkan kendaraan dengan embel-embel elektrifikasi, tetapi juga memberikan pilihan teknologi yang berada di antara mobil hybrid konvensional dan mobil listrik murni.

Bagi konsumen yang masih mempertimbangkan beralih ke kendaraan elektrifikasi, memahami perbedaan tersebut merupakan langkah awal sebelum menentukan mobil yang paling sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.***
Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
6/related/default