SIMPATI Woman Rally Team (SWRT) sudah bersiap kembali unjuk kemampuan di Putaran 3 yang akan digelar di Sirkuit Bhayangkara Kejayan pada 29-30 Agustus mendatang, dengan tiga pereli andalan, Diva Zahra, Larasati, dan Patricia Revalina, siap menjadi ujung tombak.
Berbeda dari lintasan-lintasan sebelumnya, trek di Kejayan punya karakter yang lebih menantang. Sirkuit sepanjang kurang lebih 5,2 kilometer ini seluruhnya berupa gravel, dengan kondisi tanah dan debu yang menuntut kejelian membaca situasi sekaligus presisi tinggi saat melibas setiap tikungan.
Format lomba tetap konsisten dengan putaran-putaran sebelumnya, yakni menghadirkan empat Special Stage dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda di setiap segmennya.
Bagi SWRT, laga di Pasuruan ini jadi ajang pembuktian lanjutan usai penampilan mereka di Putaran 2, Sirkuit POJ City Semarang, Juni lalu.
Sebagai tim yang tergolong pendatang baru di level nasional, hasil yang ditorehkan di Semarang cukup mengesankan.
Diva Zahra sukses finis di posisi lima besar Kelas F3 sekaligus memimpin klasemen sementara Kejuaraan Wanita, sementara Patricia Revalina menutup lomba dengan podium ketiga.
Larasati sendiri sempat kurang beruntung akibat kendala teknis pada kendaraannya, meski demikian pengalaman tersebut dinilai jadi pelajaran berharga menuju putaran berikutnya.
Bekal itulah yang kini coba dimaksimalkan SWRT jelang Putaran 3. Selain mengejar catatan waktu terbaik di lintasan, tim juga tetap menaruh perhatian besar pada pengembangan kemampuan jangka panjang, mulai dari konsistensi performa, ketahanan mental bertanding, hingga pengalaman menghadapi ragam karakter sirkuit serta ketatnya kompetisi nasional.
Persiapan menuju trek full gravel Bhayangkara Kejayan pun dilakukan menyeluruh. Tim melakukan evaluasi atas catatan Putaran 2, tidak hanya menyentuh sisi teknis kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik para pereli, penyempurnaan teknik mengemudi, kekompakan komunikasi dengan navigator, hingga kepekaan membaca karakter lintasan yang akan dihadapi akhir pekan ini.
Rifat Sungkar, mentor sekaligus penggagas SIMPATI Woman Rally Team, menyebut fokus tim tidak semata soal hasil akhir di papan skor, melainkan proses perkembangan yang konsisten dari waktu ke waktu.
"Yang kami kejar bukan hanya hasil akhir, tetapi bagaimana setiap pereli terus berkembang. Di Semarang kita sudah melihat progres yang sangat positif. Diva semakin konsisten, Patricia semakin percaya diri, dan Larasati juga mendapatkan pengalaman penting setelah menghadapi kendala teknis. Di Pasuruan tantangannya akan berbeda, sehingga kemampuan mereka untuk beradaptasi akan menjadi sangat penting," ungkap Rifat.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan SWRT membawa misi yang lebih besar ketimbang sekadar mengejar trofi, yakni membuka jalan bagi lebih banyak perempuan Indonesia untuk bersaing di panggung motorsport nasional.
"Saya ingin mereka tidak hanya dikenal sebagai pereli wanita, tetapi sebagai atlet yang memang mampu bersaing berdasarkan kemampuan. Prosesnya tentu tidak instan. Mereka harus terus belajar, berlatih, dan berani menghadapi persaingan. Kalau proses itu dijalankan dengan konsisten, hasil akan mengikuti," lanjutnya.
Kiprah SWRT sendiri tak lepas dari komitmen Telkomsel lewat brand SIMPATI dalam mendorong perkembangan talenta muda Tanah Air, sekaligus menghadirkan sosok panutan bagi generasi muda untuk berani mengejar passion sampai ke titik prestasi.
Jelang akhir pekan balapan di Pasuruan, SIMPATI Woman Rally Team pun tampil percaya diri untuk kembali menunjukkan grafik performa yang terus menanjak di atas lintasan gravel Bhayangkara Kejayan. (*)