Pangsa pasar kendaraan kategori ini, yang pada 2023 masih berada di kisaran 2 persen, meningkat menjadi 26 persen dari total pasar otomotif nasional hingga September 2026.
Data yang disampaikan Arista Group tersebut menggambarkan perubahan minat konsumen sekaligus kebutuhan terhadap ekosistem kendaraan elektrifikasi yang semakin luas.
Di tengah perkembangan itu, Arista Group meresmikan 20 diler baru BYD dan DENZA pada 16 Oktober 2026.
Ekspansi tersebut membawa jaringan kedua merek yang dikelola Arista menjadi lebih dari 45 lokasi di Indonesia, mencakup wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra, Kepulauan Riau, hingga Kalimantan.
Pertumbuhan pasar kendaraan energi baru tidak hanya menghadirkan peluang bagi produsen kendaraan, tetapi juga menuntut kesiapan jaringan penjualan dan layanan.
Konsumen membutuhkan akses yang lebih mudah untuk melihat kendaraan, melakukan konsultasi, memperoleh suku cadang, dan mendapatkan layanan servis setelah pembelian.
BYD Group menyebut telah mendapatkan kepercayaan lebih dari 110.000 keluarga Indonesia. Portofolio teknologinya mencakup kendaraan listrik murni atau EV serta teknologi Dual Mode (DM), yang menggabungkan tenaga listrik dan mesin hybrid untuk memberikan fleksibilitas penggunaan sesuai kebutuhan perjalanan.
Sementara itu, DENZA diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di segmen kendaraan listrik premium.
Perpaduan kedua merek tersebut memberi Arista Group cakupan pasar yang lebih beragam, mulai dari mobilitas sehari-hari hingga kendaraan dengan penekanan pada kenyamanan, teknologi, dan kemewahan.
Ekspansi jaringan mengikuti perubahan pasar
Dua puluh lokasi baru yang diresmikan meliputi DENZA Arista PIK 2 dan BYD Arista PIK 2, serta sejumlah diler BYD di Daan Mogot, Hasyim Ashari, Modernland, Summarecon Serpong, Cinere, Sentul, Bandung Suci, Purwakarta, dan Sukabumi.
Jaringan baru lainnya hadir di Sidoarjo, Malang, Batam, Panam, Bengkulu, Padang, Tangerang, Palangkaraya, dan Martapura. Penyebaran lokasi ini menunjukkan upaya memperluas akses terhadap kendaraan energi baru di luar pusat pasar utama.
Chairman Arista Group, Hartono Sohor, menegaskan bahwa pembukaan 20 diler bukan sekadar langkah ekspansi bisnis. Menurutnya, pengembangan jaringan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama BYD dan DENZA untuk memperluas akses masyarakat terhadap mobilitas yang mendukung transisi energi hijau.
Dari pihak BYD, Liu Xueliang, Vice President BYD Co., Ltd. sekaligus pimpinan sejumlah unit bisnis penjualan BYD di kawasan Asia-Pasifik dan Jepang, menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar strategis di kawasan. Kepercayaan konsumen dan kerja sama dengan mitra lokal menjadi landasan untuk terus mengembangkan ekosistem kendaraan energi baru.
Infrastruktur dan layanan ikut menentukan
Salah satu fasilitas yang diperkenalkan dalam ekspansi ini adalah kompleks Arista BYD dan DENZA PIK 2. Berdiri di atas lahan tiga hektare, diler tersebut menawarkan layanan 3S yang mencakup penjualan, servis, dan suku cadang.
Fasilitasnya juga dilengkapi empat unit SPKLU fast charging, layanan konsultasi serta pemasangan home charging, dan teknologi BYD FLASH Charging dengan daya hingga 1.500 kW.
Teknologi yang diperkenalkan untuk pasar Indonesia pada 14 Oktober 2026 itu diklaim memungkinkan pengisian dalam lima menit dan pengisian penuh dalam sembilan menit, sesuai kondisi dan kompatibilitas kendaraan.
Selain infrastruktur pengisian daya, kompleks PIK 2 memiliki showroom kendaraan BYD, area khusus DENZA, ruang tunggu pelanggan, dan area servis dengan teknisi bersertifikasi resmi.
Pengembangan jaringan ini juga berlangsung seiring komitmen BYD terhadap industri lokal melalui fasilitas produksi di Subang. Keberadaan fasilitas produksi tersebut menjadi bagian dari pengembangan fondasi industri kendaraan energi baru di Indonesia.
Meski pangsa pasar NEV terus bertumbuh, perluasan jaringan tetap perlu diikuti dengan kualitas layanan dan ketersediaan infrastruktur yang memadai.
Bagi konsumen, akses terhadap diler dan pengisian daya menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan beralih ke kendaraan elektrifikasi.
Dengan penambahan 20 lokasi sekaligus, Arista Group memperluas jangkauan BYD dan DENZA di Indonesia. Langkah berikutnya adalah memastikan fasilitas yang tersedia mampu mendukung kebutuhan pelanggan seiring bertambahnya pengguna kendaraan energi baru di berbagai daerah.***

