Ongkos Tersembunyi Punya Motor Baru, dan Kenapa KPB Digital Wanda Layak Dilirik

Lombardi78
Penulis -
0
WIRAWANJakarta - Banyak orang menghitung biaya punya motor baru cuma sampai angka DP dan cicilan bulanan. 

Padahal ada pos pengeluaran lain yang sering luput dari radar: biaya perawatan berkala. 

Sekali jatah servis gratis kelewat tanggal, dompet yang harus menanggung selisihnya  dan itu bisa berulang setiap beberapa bulan sepanjang masa pakai kendaraan.

Di sinilah Kartu Perawatan Berkala, atau KPB, sebenarnya berperan besar buat pemilik motor Honda. Fasilitas ini pada dasarnya adalah "diskon tersembunyi" yang sudah termasuk dalam harga beli, berupa jatah servis rutin gratis di bengkel resmi AHASS. 

Sayangnya, nilai ekonomis semacam ini gampang terbuang percuma kalau kartunya keburu hilang atau pemiliknya lupa masa berlakunya.

PT Wahana Makmur Sejati, selaku Main Dealer Honda roda dua untuk wilayah Jakarta dan Tangerang, mencoba menutup celah tersebut lewat KPB Digital yang kini terintegrasi ke aplikasi Wanda. 

Alih-alih mengandalkan secarik kartu yang gampang terselip, seluruh data servis gratis kini tersimpan otomatis begitu unit terdaftar atas nama pembeli.
KPB Digital di Aplikasi Wanda, Cara Praktis Menjaga Hak Servis Gratis Motor Honda

Cara aksesnya cukup ringkas: buka aplikasi, masuk ke menu "Motor Saya", pilih unit yang terdaftar, lalu informasi soal sisa jatah servis dan tenggat waktunya langsung tampil di layar. 

Nggak perlu lagi bongkar dokumen pembelian yang biasanya sudah disimpan entah di mana setelah motor dibawa pulang dari dealer.

"Selain membuat informasi servis lebih praktis, KPB Digital juga membantu proses klaim servis gratis di AHASS menjadi lebih mudah dan cepat," ungkap Rina Rusli, Head of Digital Initiatives PT Wahana Makmur Sejati, menanggapi peluncuran fitur tersebut.

Dari sisi bengkel, kemudahan ini juga berimbas ke proses verifikasi. Lewat fitur Booking Service di aplikasi yang sama, konsumen bisa mengatur jadwal kunjungan ke AHASS lebih dulu, idealnya sehari sebelum kedatangan. 

Begitu tiba di lokasi, petugas tinggal mencocokkan data kupon yang sudah tercatat di sistem, tanpa perlu drama cari-cari kartu fisik yang terselip di bagasi motor.

Kalau dihitung-hitung, ongkos servis rutin di bengkel resmi mulai dari ganti oli, pengecekan rem, sampai tune-up ringan bisa menyentuh ratusan ribu rupiah setiap kali kunjungan. 

Kalau jatah gratisnya sampai empat atau lima kali dalam setahun pertama pemakaian, nilainya jelas nggak kecil buat kantong pemilik motor, apalagi bagi mereka yang baru pertama kali kredit kendaraan dan masih menyesuaikan arus kas bulanan.

Yang jadi catatan, kemudahan semacam ini cuma akan terasa manfaatnya kalau konsumen benar-benar aktif memantau aplikasinya. 

Sistem sebagus apa pun tetap bergantung pada kebiasaan penggunanya dan di sinilah tantangan sesungguhnya, karena tidak semua pembeli motor baru langsung terbiasa mengecek aplikasi secara rutin di tengah kesibukan sehari-hari.
KPB Digital di Aplikasi Wanda, Cara Praktis Menjaga Hak Servis Gratis Motor Honda

Bagi PT Wahana Makmur Sejati sendiri, langkah digitalisasi ini disebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan purnajual yang lebih dekat dengan kebutuhan konsumen modern. 

Tinggal dilihat, apakah nilai ekonomis dari fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan maksimal, atau justru berakhir sama seperti kartu fisik terlupakan begitu saja di tengah rutinitas pemilik kendaraan.(*)

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
6/related/default