Abu Vulkanik Ganggu Perjalanan, WMS Ingatkan Pengendara Motor Utamakan Keselamatan

Lombardi78
Penulis -
0
WIRAWANJakarta - Pengendara sepeda motor dituntut lebih cermat ketika harus melewati wilayah yang terdampak abu vulkanik. 

Material yang terbawa angin tersebut dapat memengaruhi kesehatan sekaligus kondisi perjalanan, sehingga cara berkendara perlu disesuaikan dengan situasi yang dihadapi.

Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia membuat kewaspadaan kembali menjadi perhatian. Abu vulkanik dengan ukuran partikel yang sangat kecil dapat terbawa udara dan berpotensi masuk ke saluran pernapasan. Paparannya juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung hingga tenggorokan.

Dalam perjalanan, abu vulkanik juga berpotensi mengganggu jarak pandang dan kondisi permukaan jalan. Bagi pengendara sepeda motor, perubahan tersebut perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

WMS Ajak Pengendara Tetap #Cari_Aman dan Utamakan Keselamatan Saat Hadapi Dampak Abu Vulkanik

Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta dan Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), melalui tim Safety Riding Promotion (SRP), mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan #Cari_Aman dan mengutamakan keselamatan dalam setiap kondisi perjalanan.

Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menilai pengendara perlu memahami bahwa keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengoperasikan sepeda motor.

“Keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan oleh skill, tetapi juga bagaimana pengendara memitigasi dan membaca risiko kecelakaan yang diakibatkan kondisi lingkungan. Saat menghadapi jalan yang terdampak abu vulkanik, pengendara perlu lebih tenang, tidak terburu-buru, dan selalu mengutamakan keselamatan,” kata Agus.

Untuk membantu pengendara, WMS melalui tim SRP memberikan enam hal yang perlu diperhatikan ketika menghadapi paparan abu vulkanik.

1. Gunakan Helm dengan Visor Tertutup

Helm dengan visor tertutup diperlukan untuk membantu melindungi wajah dan mata dari partikel abu yang terbawa angin. Pengendara juga harus memastikan visor bersih, tidak rusak dan tetap memberikan pandangan yang jelas agar tidak menambah gangguan selama berkendara.

2. Gunakan Masker, Utamakan Masker N95

Karena partikel abu vulkanik berukuran sangat kecil, pengendara disarankan menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi yang baik, seperti N95. Penggunaan masker harus benar-benar menutup hidung dan mulut untuk membantu mengurangi paparan partikel dari udara.

3. Kurangi Kecepatan Berkendara

Pengendara perlu menurunkan kecepatan ketika melewati jalan yang terdampak abu. Kecepatan yang lebih rendah memberikan kesempatan untuk memahami kondisi permukaan jalan dan menjaga kontrol sepeda motor, terutama jika jalan menjadi licin.

4. Tambah Jarak Aman dengan Kendaraan di Depan

Jarak dengan kendaraan di depan perlu diperbesar. Ketika abu menutupi jalan, daya cengkeram ban dapat berkurang. Ruang yang lebih jauh memberikan waktu dan jarak yang cukup bagi pengendara untuk melakukan perlambatan jika terjadi situasi mendadak.

5. Hindari Pengereman dan Manuver Mendadak

Pengereman secara mendadak maupun perubahan arah yang tiba-tiba sebaiknya dihindari. Lakukan pengereman secara bertahap dan manuver dengan gerakan yang terukur sehingga keseimbangan sepeda motor tetap terjaga.

6. Jika Pandangan Terganggu, Jangan Dipaksakan

Apabila abu semakin tebal dan mulai mengganggu jarak pandang, pengendara sebaiknya tidak memaksakan perjalanan. Kurangi kecepatan, kemudian cari lokasi aman untuk berhenti. Jika memungkinkan, berlindung di area tertutup hingga kondisi lingkungan lebih aman.

“Pada kondisi seperti baru-baru ini pengendara harus mampu mengambil keputusan yang tepat. Apalagi paparan abu vulkanik yang terbawa angin begitu pekat, jangan terburu-buru serta jangan memaksakan perjalanan jika tidak memungkinkan. Mari jaga diri, jaga sesama, karena keselamatan di jalan juga berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan lain,” lanjut Agus Sani.

WMS Ajak Pengendara Tetap #Cari_Aman dan Utamakan Keselamatan Saat Hadapi Dampak Abu Vulkanik


WMS menilai keputusan pengendara dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan merupakan bagian penting dari keselamatan berkendara. Tidak semua kondisi jalan dapat diprediksi, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi hal yang harus dimiliki setiap pengguna sepeda motor.

Melalui berbagai kegiatan edukasi keselamatan berkendara, WMS bersama tim SRP terus mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memperhatikan kemampuan berkendara, tetapi juga perlengkapan dan kondisi lingkungan.

Pengendara perlu tetap tenang, tidak terburu-buru dan mengutamakan keselamatan. Ketika kondisi tidak memungkinkan, berhenti dan menunggu situasi membaik merupakan pilihan yang lebih bijak daripada memaksakan perjalanan.

Pada akhirnya, penerapan #Cari_Aman bukan hanya ditujukan untuk menjaga diri sendiri. Sikap berkendara yang aman juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama pengguna jalan.

WMS pun kembali mengajak masyarakat untuk Jaga Diri, Jaga Sesama, dan Utamakan Keselamatan di Setiap Perjalanan, terutama ketika menghadapi kondisi jalan dan lingkungan yang berubah akibat paparan abu vulkanik.
Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
6/related/default