Namun, bertahan di lima besar setelah melewati persaingan ketat di Valencia menunjukkan satu hal: pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) tersebut masih berada dalam jalur persaingan papan atas.
Pada putaran kelima yang berlangsung di Circuit Ricardo Tormo, Valencia, Ramadhipa membawa pulang total 16 poin dari dua balapan.
Hasil itu membuat koleksi poinnya menjadi 80 dan mempertahankan posisinya di urutan kelima klasemen sementara.
Menariknya, akhir pekan Ramadhipa sebenarnya tidak berjalan sempurna.
Pebalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team tersebut sempat tampil sebagai pebalap terkencang pada sesi Free Practice. Modal kecepatan itu seharusnya menjadi bekal positif menuju balapan.
Namun, insiden di sesi kualifikasi mengubah situasi. Ramadhipa terjatuh dan akhirnya harus memulai Race 1 maupun Race 2 dari posisi ke-12.
Race pertama pun tidak langsung memberikan hasil maksimal. Start yang kurang baik membuat Ramadhipa turun ke posisi ke-13 pada lap pembuka.
Meski demikian, ia mampu menjaga konsentrasi dan perlahan memperbaiki posisi. Memasuki sepertiga akhir balapan, pace-nya mulai semakin kuat. Ia terus mengejar rombongan di depannya hingga akhirnya finis ke-10 dan mendapatkan enam poin.
Meski demikian, ia mampu menjaga konsentrasi dan perlahan memperbaiki posisi. Memasuki sepertiga akhir balapan, pace-nya mulai semakin kuat. Ia terus mengejar rombongan di depannya hingga akhirnya finis ke-10 dan mendapatkan enam poin.
Performa lebih agresif terlihat pada Race 2. Start yang lebih baik membuat Ramadhipa langsung masuk dalam persaingan grup depan.
Dalam empat lap pertama, ia berhasil naik ke posisi kedelapan. Manuver overtake dilakukan secara bertahap sambil terus menjaga ritme balapan.
Kecepatan Ramadhipa kemudian semakin meningkat. Dari posisi kedelapan, ia berhasil masuk ke enam besar dan terus membayangi lima pebalap di depannya sampai lap terakhir.
Ramadhipa akhirnya finis keenam. Hasil tersebut membuatnya menjadi pebalap Honda dengan posisi terbaik pada balapan kedua sekaligus menghasilkan fastest lap pertamanya di Moto3 Junior dengan catatan 1:38.797.
“Di race 2, start saya jauh lebih baik dan bisa bersaing di grup depan. Pace kami cukup kompetitif dan saya senang bisa mencatatkan fastest lap,” kata Ramadhipa.
Tambahan poin dari Valencia membuat posisi Ramadhipa tetap berada di lima besar. Ia kini terpaut 21 poin dari pebalap yang berada di posisi ketiga dan keempat.
Selisih tersebut menunjukkan bahwa perebutan posisi di papan atas masih sangat terbuka. Dengan beberapa seri yang masih tersisa, konsistensi akan menjadi faktor penting bagi Ramadhipa untuk memangkas jarak tersebut.
Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, menyebut kemampuan Ramadhipa memperbaiki posisi dalam tekanan menjadi modal penting untuk perkembangannya.
“Ramadhipa kembali menunjukkan semangat juang dan perkembangan positif dalam menghadapi persaingan yang ketat. Kemampuannya memperbaiki posisi hingga bersaing di grup depan menjadi modal penting untuk terus berkembang dan menjadi pebalap kencang bersama Honda dan bisa membanggakan Indonesia,” ujar Andy.
Tantangan berikutnya juga tidak ringan. Ramadhipa akan menghadapi rangkaian balapan padat di Red Bull MotoGP Rookies Cup, masing-masing di Misano dan Red Bull Ring.
Setelah itu, fokus kembali diarahkan ke Moto3 Junior World Championship. Putaran keenam akan berlangsung di MotorLand Aragon, Spanyol, pada 25–27 September 2026.
Dengan 80 poin di tangan dan posisi lima besar yang masih terjaga, Ramadhipa memiliki peluang untuk terus menekan papan atas.
Kini tantangannya adalah mengubah kecepatan yang sudah terlihat di Valencia menjadi hasil yang lebih konsisten pada seri-seri berikutnya.****