Rute night ride dimulai dari kawasan Ruko Ayodya menuju Warkop SGN, Tangerang. Konvoi kemudian bergerak ketika malam sudah benar-benar turun.
Justru sebaliknya. Riding bersama komunitas akan terasa jauh lebih menyenangkan ketika seluruh peserta bisa kembali ke titik akhir dengan selamat.
Setibanya di Warkop SGN, suasana berubah. Mesin dimatikan. Helm dilepas. Jaket riding mulai dibuka. Jalanan berganti dengan obrolan antarbikers.
Sebanyak 150 peserta yang sebelumnya bergerak dalam satu rombongan kini berkumpul dalam suasana yang jauh lebih santai.
Mereka berasal dari berbagai komunitas Honda Vario, di antaranya Vario 160 Riders Indonesia (VIORI) Tangerang dan Jakarta Chapter, Vario 160 Community (V160) Tangerang Chapter, Ciputat Vario Club (CVC), Community Vario LED (CVL) Tangerang, Raider Varian Tangerang (RVT), V3 Brotherhood Tangerang, serta Vario Banten Squad (VBS).
Masing-masing komunitas tentu memiliki aktivitas dan karakter tersendiri. Tetapi acara tersebut memperlihatkan bahwa komunitas tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Ada ruang untuk bertemu, bertukar pengalaman, dan membangun hubungan yang lebih luas.
Di sinilah konsep “Leave It Behind” terasa lebih relevan. Yang ditinggalkan bukan sekadar rasa lelah setelah bekerja.
Tetapi juga rutinitas, kepenatan, dan sejenak kesibukan yang biasanya memenuhi hari. Sebagai gantinya, ada perjalanan malam, obrolan, dan pertemanan.
Setelah sesi riding berakhir, kegiatan tidak berhenti pada aktivitas kumpul-kumpul. WMS kemudian menghadirkan sesi edukasi safety riding.
Pesannya sederhana, tetapi penting: perjalanan malam membutuhkan perhatian ekstra. Lampu kendaraan harus berfungsi dengan baik. Kecepatan perlu disesuaikan dengan kondisi jalan. Jarak aman tidak boleh diabaikan, dan pengendara harus tetap mampu membaca situasi di sekitarnya.
Hal tersebut menjadi relevan karena komunitas motor bukan hanya tempat bertemu sesama pengguna kendaraan.
Komunitas juga dapat menjadi ruang untuk membangun budaya berkendara yang lebih bertanggung jawab.
Sebab satu pengendara yang abai terhadap keselamatan bukan hanya membahayakan dirinya sendiri. Ada pengguna jalan lain yang ikut berada di sekitarnya.
Setelah sesi edukasi, suasana kembali mencair melalui community talk.
Di sinilah para anggota komunitas dapat berbagi pengalaman, cerita perjalanan, aktivitas komunitas, hingga berbagai pengalaman mereka sebagai pengguna Honda Vario.
Bagi komunitas, momen seperti ini justru menjadi bagian yang tidak kalah penting dibanding perjalanan itu sendiri.
Karena pada akhirnya, motor hanyalah salah satu alasan orang berkumpul. Yang membuat komunitas bertahan adalah hubungan antarmanusia di dalamnya.
Di tengah kegiatan tersebut, perhatian peserta juga diarahkan pada New Honda Vario EVO 160. Skutik ini membawa mesin 160cc 4 katup eSP+ berpendingin cairan, dengan tenaga maksimal 11,3 kW pada 8.500 rpm dan torsi puncak 14,0 Nm pada 6.500 rpm.
Karakter mesin tersebut memang diposisikan untuk memberikan respons yang gesit, sesuatu yang relevan dengan karakter penggunaan skutik di perkotaan.
Tetapi performa mesin bukan satu-satunya yang menjadi perhatian. New Vario EVO 160 juga menawarkan sejumlah fitur yang semakin menjadi kebutuhan pengguna skutik modern.
Mulai dari Honda Smart Key System yang dilengkapi alarm dan answer back system, sistem pencahayaan full LED, panel meter digital, hingga USB Type-C Charger.
Ada pula Pop Up Center Hook untuk membantu membawa barang, sementara sistem ABS tersedia pada tipe tertingginya.
Dengan kata lain, Vario EVO 160 mencoba menggabungkan kebutuhan mobilitas harian dengan sejumlah fitur yang membuat penggunaannya lebih praktis.
Untuk konsumen di wilayah Jakarta-Tangerang, New Vario EVO 160 ditawarkan dalam tiga pilihan tipe. Tipe CBS dibanderol mulai Rp28.779.000 dengan pilihan warna Glossy Blue Lime dan Glossy White Red.
Kemudian terdapat CBS Nitro dengan harga Rp29.029.000, tersedia dalam pilihan Nitro Matte Black Red dan Nitro Glossy Grey Lime.
Sementara varian tertinggi ABS ACC dipasarkan dengan harga Rp32.621.000. Tipe ini tampil dengan empat pilihan warna matte, yakni Black, White, Red, dan Purple.
Perbedaan harga tersebut tentu memberikan pilihan bagi konsumen sesuai kebutuhan dan anggaran. Namun yang menarik dari acara “Leave It Behind” bukan semata-mata soal spesifikasi atau harga.
Ada pesan yang lebih dekat dengan kehidupan pengguna motor sehari-hari.
Tri Heri Kurniawan, Marketing Communication PT Wahana Makmur Sejati, mengatakan pihaknya senang dapat menjadi bagian dari kegiatan yang mempertemukan komunitas.
“Kami senang menjadi saksi setiap kegiatan yang menyatukan komunitas. Semoga kegiatan seperti ini terus menghadirkan pengalaman positif bagi komunitas dan semakin memperkuat hubungan yang terjalin,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana aktivitas komunitas kini tidak hanya berhenti pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan produk.
Ada unsur pengalaman. Ada interaksi. Dan tentu saja ada edukasi.
Sementara itu, Andra Friandana, Division Head of Marketing Planning & Analyst PT Wahana Makmur Sejati, menegaskan bahwa kegiatan semacam ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan lini produk Honda dengan konsumen dan komunitas.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin semakin mendekatkan line up Honda dengan konsumen dan komunitas,” tuturnya.
Pada akhirnya, “Leave It Behind” mungkin bukan sekadar nama sebuah kegiatan. Ia menggambarkan alasan sederhana mengapa seseorang masih memilih keluar rumah pada malam hari, mengendarai motor bersama teman, lalu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk berkumpul.
Tidak selalu harus ada tujuan besar. Kadang perjalanan itu sendiri sudah cukup. Setelah seharian mengejar waktu, menghadapi pekerjaan dan kemacetan, ada kepuasan tersendiri ketika malam datang dan mesin motor kembali dinyalakan.
Bukan untuk mengejar sesuatu. Melainkan untuk meninggalkan sejenak apa yang sudah terlalu lama memenuhi kepala.
Dan bagi 150 bikers Honda Vario yang berkumpul malam itu, jalanan Jakarta-Tangerang menjadi tempat untuk melakukannya. Rutinitas ditinggalkan. Motor dinyalakan. Teman-teman berkumpul. Lalu perjalanan dimulai.
Itulah cara sederhana mereka untuk “Leave It Behind.”