Karena itu, aktivitas penjualan dan produksi Suzuki di Jawa Barat memiliki keterkaitan yang cukup kuat.
Hal tersebut tercermin dari data penjualan sepanjang Januari hingga Juli 2026. Sebanyak 88% penjualan ritel Suzuki di Jawa Barat berasal dari kendaraan yang diproduksi secara lokal.
Pada periode yang sama, penjualan Suzuki mencapai lebih dari 2.400 unit, tumbuh 25% YoY dibandingkan Januari–Juli tahun sebelumnya. Data tersebut mencakup wilayah Jawa Barat di luar Bogor, Depok, dan Bekasi.
Suzuki memiliki fasilitas manufaktur di Plant Cikarang dan Tambun, Jawa Barat. Dari fasilitas tersebut, berbagai model kendaraan diproduksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia sekaligus pasar ekspor.
“Bagi Suzuki, kehadiran di Jawa Barat memiliki arti lebih dari sekadar aktivitas bisnis. Kami melihat wilayah ini sebagai bagian dari perjalanan Suzuki dalam membangun dan mengembangkan ekosistem otomotif di Indonesia. Karena itu, kami terus berupaya menjaga keberlanjutan operasional sekaligus memperkuat peran kami dalam industri otomotif nasional,” ujar Rendy Anggadiputra, Sales 4W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Dari capaian penjualan tersebut, New Carry menyumbang 42%, menjadikannya model dengan kontribusi terbesar Suzuki di Jawa Barat.
Kemudian ada XL7 dengan kontribusi 21% dan Fronx sebesar 19%.
Karakter ketiga kendaraan tersebut juga mencerminkan kebutuhan pasar yang beragam. New Carry menjadi kendaraan yang mendukung aktivitas produktif dan usaha, sedangkan XL7 serta Fronx menawarkan pilihan bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan penumpang untuk keluarga maupun mobilitas urban.
Komposisi penjualan ini menunjukkan kuatnya penerimaan konsumen Jawa Barat terhadap kendaraan yang diproduksi di dalam negeri.
17 Outlet Layani Konsumen Jawa Barat
Untuk mendukung pelanggan setelah pembelian, Suzuki terus memperluas akses terhadap layanan purna jual. Di Jawa Barat, tidak termasuk Bogor, Depok, dan Bekasi, Suzuki memiliki 17 outlet.
Jaringan tersebut terdiri atas 14 outlet 3S (Sales, Service, dan Spare Parts), 2 outlet 1S (Sales), serta 1 outlet 1S dengan service point.
Dukungan layanan juga hadir melalui MySuzuki. Pelanggan dapat menggunakan platform digital tersebut untuk melakukan reservasi servis berkala serta mengakses katalog suku cadang dan aksesori resmi Suzuki.
Penguatan layanan menjadi penting karena Jawa Barat memiliki basis kendaraan yang besar. Data BPS mencatat jumlah mobil penumpang di Jawa Barat mencapai 2.384.174 unit pada 2025.
Besarnya jumlah kendaraan tersebut menggambarkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat. Apalagi Jawa Barat memiliki karakter wilayah yang sangat beragam, dari kawasan metropolitan dan perdagangan hingga pusat-pusat industri.
Bagi Suzuki, kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang untuk terus menghadirkan kendaraan dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
“Pertumbuhan penjualan tentu perlu berjalan beriringan dengan kualitas pengalaman kepemilikan. Karena itu, kami terus memperkuat akses pelanggan terhadap layanan purna jual. Kami berharap pelanggan di berbagai wilayah Jawa Barat dapat memperoleh dukungan yang mudah dijangkau sesuai kebutuhan mobilitas mereka,” tutup Rendy.