Satu Motor untuk Satu Sekolah: Cukupkah Donasi Praktik Ini Menjawab Kebutuhan 56 SMK Binaan?

Lombardi78
Penulis -
0
WIRAWANJakarta -  Kabar SMK Katolik Sint Joseph naik status jadi Grade A+ dalam jaringan SMK Binaan PT Wahana Makmur Sejati (WMS) tentu jadi kabar baik. 

Tapi ada satu detail kecil dalam rilis pencapaian ini yang layak dicermati lebih jauh: sebagai bentuk apresiasi, sekolah tersebut hanya menerima donasi satu unit sepeda motor Honda sebagai tambahan sarana praktik.

Angka "satu unit" ini menarik untuk ditelaah, mengingat konteksnya adalah sekolah yang baru saja dinyatakan sebagai salah satu yang terbaik dari total 56 SMK Binaan yang tersebar di wilayah operasional WMS. 

Kalau standar donasi serupa diterapkan merata ke seluruh jaringan binaan, artinya total unit yang dibutuhkan baru mencakup puluhan motor untuk skala pembinaan yang menyasar ribuan siswa jurusan Teknik Sepeda Motor di berbagai daerah.

SMK Katolik Sint Joseph Raih Grade A+, Bukti Konsistensi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi

Padahal, dalam kriteria penilaian yang disebutkan WMS sendiri, ketersediaan sarana praktik berupa tools, unit praktik, serta fasilitas pendukung menjadi salah satu komponen krusial dalam menentukan grade sebuah sekolah. 

Artinya, sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai berpotensi kesulitan naik grade, sementara bantuan tambahan sarana justru baru diberikan setelah sekolah tersebut sudah dinyatakan unggul  pola yang secara logika terasa agak terbalik dibanding semestinya, di mana dukungan sarana idealnya hadir lebih awal untuk membantu sekolah mencapai standar, bukan sekadar hadiah setelah standar itu tercapai.

Benedictus F. Maharanto, Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, memang menegaskan bahwa penilaian Grade A+ mencakup banyak aspek sekaligus kurikulum, kompetensi guru, sarana praktik, pembelajaran berbasis industri, hingga kompetensi siswa. 

Tapi rilis resmi tidak merinci sejauh mana dukungan serupa, termasuk soal fasilitas praktik, diberikan secara proaktif kepada sekolah-sekolah binaan yang belum mencapai grade tertinggi namun sedang berjuang meningkatkan standar mereka.

Ini bukan berarti langkah WMS tidak berarti. Donasi satu unit motor tetap punya nilai riil bagi siswa SMK Katolik Sint Joseph, memberi mereka kesempatan belajar langsung dari unit fisik terbaru alih-alih cuma mengandalkan simulasi atau unit lama yang mungkin sudah kurang relevan dengan teknologi terkini.

Hanya saja, dari sudut pandang pemerataan, satu unit untuk satu sekolah terasa seperti langkah simbolis ketimbang solusi struktural atas kesenjangan fasilitas praktik yang kemungkinan besar masih dialami sebagian dari 55 sekolah binaan lainnya.

WMS bersama Astra Honda Motor menyebut komitmen mereka lewat program Satu Hati Education Program sebagai bagian dari upaya jangka panjang membangun kualitas sumber daya manusia lewat pendidikan vokasi. 

Niat ini jelas patut diapresiasi, mengingat tidak semua perusahaan otomotif mau repot membina jaringan sekolah sebesar 56 institusi sekaligus.

SMK Katolik Sint Joseph Raih Grade A+, Bukti Konsistensi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi

Tapi keberhasilan program pembinaan semacam ini sebaiknya tidak hanya diukur dari cerita sukses satu sekolah yang berhasil naik grade, melainkan juga dari sejauh mana kesenjangan fasilitas antar sekolah binaan bisa dipersempit secara konsisten. 

Kalau donasi sarana praktik cuma mengalir ke sekolah yang sudah unggul, dikhawatirkan kesenjangan antara SMK Binaan "kelas atas" dan yang masih tertinggal justru makin melebar, alih-alih makin merata seperti semangat awal program ini digagas. (*)
Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
6/related/default